Iklan Header

9+ Cara Menghadapi Anak Remaja yang Egois dan Keras Kepala

Cara Menghadapi Anak Remaja Keras Kepala

Sikap keras kepala memang salah satu hal yang cukup sulit untuk dihadapi. Perlu usaha ekstra untuk meluluhkan hati seseorang yang memiliki sikap keras kepala.

Bukan hanya anak kecil, seorang anak berusia remaja sekali pun sangat banyak dijumpai memiliki sikap keras kepala.

Anak remaja yang dimaksud di sini adalah anak yang memiliki usia 11 - 24 tahun, yang masih duduk di bangku SMP hingga Selesai kuliah.

Sikap keras kepala biasanya dimiliki oleh anak yang memiliki jalan atau pemikiran yang berbeda dalam suatu hal dengan orang tuanya.

Yang paling sering ditemukan adalah tidak sejalannya pemikiran anak remaja dengan orang tua mengenai pergaulan.

Daftar Isi

Cara Menghadapi Anak Remaja yang Keras Kepala

Menghadapi anak yang keras kepala memang terbilang sulit, apalagi anak yang sudah berusia remaja pastinya memiliki prinsip hidup sendiri.

Berbeda dengan anak kecil, cara menghadapi sikap keras kepala anak usia remaja ini harus lebih hati - hati.

Berikut ini 10 cara menghadapi anak usia remaja yang keras kepala.

1. Tanyakan Apa yang Anak Inginkan

Sikap keras kepala pada anak bisa timbul dari kurangnya perhatian dan rasa kecewa yang mendalam, hingga sangat sulit untuk menerima masukan.

Mulailah memberanikan diri untuk menanyakan apa yang anak inginkan dengan nada yang tenang. Dengan begitu anak bisa dengan percaya diri bisa mengungkapkan apa yang benar - benar ia inginkan.

2. Posisikan Diri Menjadi Seorang Anak

Tentu orang tua pernah merasakan menjadi seorang anak remaja, bahkan pernah berada di posisi anak yang bersikap keras kepala.

Coba pikirkan lagi, kira - kira dulu waktu saya di usia remaja, hal apa yang membuat saya keras kepala dan egois?

Dengan begitu akan lebih mudah memahami penyebab dan cara menangani anak yang bersikap egois dan keras kepala.

3. Berikan Contoh yang Baik

Anak memiliki sikap keras kepala dan egois biasanya karena melihat orang terdekat memiliki sikap yang sama yaitu orang tuanya. Coba mulailah instrokpeksi diri, dan berikan contoh yang baik kepada anak

4. Ajak Jalan ke Tempat yang Ia Sukai

Salah satu penyebab anak keras kepala dan egois bisa karena rasa bosan yang anak alami. Perasaan bosan dan jenuh bisa memicu rasa jengkel dan marah.

Anak yang sering marah bisa memicu anak tersebut untuk bersikap keras kepala dan melawan.

Cobalah ajak anak untuk liburan ke tempat yang ia sukai, karena dengan melakukan refreshing bisa membuat perasaan lebih bahagia.

5. Luangkan Waktu Walau Hanya Sebentar

Anak butuh kasih sayang, tidak hanya untuk anak kecil, anak usia remaja juga masih membutuhkan kasih saya. Jangan berpikir bahwa anak yang sudah remaja sudah tidak begitu butuh kasih sayang.

Justru karena kurang perhatian, anak bisa memiliki sikap egois. Maka dari itu, luangkan lah waktu walau hanya sebentar agar anak merasa dia masih diperhatikan.

6. Buat Anak Tertawa dengan Melucu

Cobalah membuat anak tertawa dengan tingkah laku yang lucu, ini merupakan cara yang sangat baik untuk mempererat keakraban antara orang tua dan anak.

Urang tua yang dekat dengan anaknya biasanya tidak terpengaruh dengan sifat egois dan keras kepala.

7. Beri Pujian Disetiap Hal Baik yang Dikerjakan

Anak cenderung mengulangi perilaku yang menghasilkan pujian dari orangtuanya. Dengan pujian ini kita sebagai orang tua bisa membantu mengubah perilaku yang buruk menjadi baik.

Pujian sekecil apa pun akan sangat berarti untuk anak. Misalnya saja, anak sudah ada di rumah jam 9 malam, padahal biasanya ia masih nongkrong hingga jam 2 malam. Berilah pujian dengan mengucapkan, "Sudah pulang kak? kakak hebat hari ini".

Dengan pujian itu, anak akan mengingat dan cenderung mengulangi perilaku baik itu lagi.

8. Hindari Perilaku Menghakimi

Sebagai orang tua, jika anak sudah sangat keras kepala biasanya akan berkata kasar dan cenderung menghakimi. Cara ini sangat tidak baik, dan hanya akan membuat trauma untuk anak.

Menghakimi anak justru akan menambah sikap egois dan keras kepalanya, karena anak merasa orang tuanya tidak mengerti keadaan anaknya.

9. Jadilah Pendengar yang Baik

Tidak selamanya anak memiliki raut wajah yang bahagia. Terkadang ada saja masalah yang menghampiri, entah masalah pergaulan, kerjaan, atau bahkan percintaan.

Sebaiknya sering - seringlah menanyakan kabar anak. Dengan begitu anak biasanya akan menceritakan masalah dan pengalaman yang ia dapatkan hari ini. Tugas orang tua adalah menjadi pendengar yang baik.

Mendengar curhatan anak, akan membuat perasaan anak menjadi lebih legah dan sikapnya akan lebih terbuka.

10. Jangan Pernah Membandingkan Anak dengan Orang Lain

Hal yang sering dijumpai di kalangan orang tua adalah selalu membandingkan kelebihan orang lain dengan kekurangan anaknya. Dan ini merupakan perlakuan yang tidak baik bagi psikis anak.

Misalnya saja membandingkan anak yang malas dengan anak tetangga yang sangat rajin. Itu akan membuat pemikiran anak semakin tidak karuan, menganggap anak orang lain lebih istimewa dari pada dirinya.

Sebesar apa pun kekurangan anak, pastilah ada kelebihan tersendiri. Jadikan kelebihan kecilnya itu sebagai hal yang patut untuk di banggankan, karena dengan begitu anak akan merasa percaya diri dan tidak keras kepala.

Sikap keras kepala anak bisa bersumber dari berbagai hal, namun yang paling sering di temukan bersumber dari perilaku orang tuanya sendiri, maka dari itu berikanlah contoh yang baik bagi anak, agar anak menyerap hal positif dari orang tuanya.

Jadilah orang tua yang bersyukur atas setiap perilaku anak, dan teruslah berdoa agar anak menjadi orang yang bisa di banggakan kemudian hari.

Bagikan Artikel ini

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 3

Iklan Bawah Artikel